Jahat, Demi Gading Gajah Diracun

MENYEDIHKAN ketika aparat menegaskan akan menindak siapapun yang melakukan perambahan dan perburuan liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan berkoordinasi dengan pihak pengelola, ternyata tidak digubris.
Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya gajah terdidik yang dibantai dan gadingnya dicuri. Betapa tidak bertanggung jawabnya pemburu liar dalam mencuri gading gajah.
Saat seorang pawang gajah melakukan pencarian terhadap seekor gajah terdidik bernama Seno, berusia 20 tahun, yang selama ini dilatih Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Labuhanratu, Lampung Timur, yang hilang, ternyata ditemukan sudah tak bernyawa. Gadingnya 70 cm diambil dengan cara dibacok dari tubuh sang gajah tersebut.
Kepala Balai TNWK, John Kennedie yang didampingi Kapolsek Labuhanratu dan Kasat Polhut mengatakan, aksi pembantaian gajah jantan berusia sekitar 20 tahun bernama Seno itu, dilakukan dinihari di salah satu kandang Pusat Latihan Gajah.
Seno termasuk gajah cerdas dan sudah seringkali melakukan atraksi. Seno sudah menjadi gajah jinak yang sering ikut pertandingan sepakbola.
Berdasarkan hasil penyelidikan, gajah Seno diberi makan yang sudah dicampur salah satu jenis racun tikus. Setelah hewan terlatih itu terduduk dan tidak sadar, para pelaku pencurian yang diperkirakan lebih dari dua orang itu, lalu menggorok leher dan membelah kepala hewan berbelalai tersebut.
DIBACOK
Bobot tubuh Seno 1,9 ton, lalu pelaku mencongkel sepasang gading dengan panjang masing-masing 68 dan 70 cm, dengan cara membacoknya dari pangkal.
Padahal saat kejadian, di PLG ada puluhan gajah jinak yang ditangkar dan dijaga sejumlah pawang gajah. Pada saat kawanan pencuri ini masuk ke lokasi, sejumlah pawang yang bertugas malam itu seperti kena ilmu sirep terlelap tidur hingga pagi hari.
Seluruh pawang gajah yang bertugas pada malam pembantaian Seno melapor ke Balai TNWK. Kepala balai bersama jajarannya serta aparat Polres Lampung Timur ditambah dokter hewan asal Bandar Lampung lalu meluncur ke lokasi.
Petugas mengambil jantung, hati, paru-paru, ginjal, dan kotoran gajah tersebut untuk diteliti sebagai penyebab kematian.
Tewasnya Seno membuat pihak Balai TNWK mengerahkan Polhut dan pawang untuk lebih memperketat penjagaan di pintu masuk. Petugas sejak itu memeriksa sejumlah pengunjung yang datang atau melintas di daerah TNWK terutama yang mendekati pusat latihan gajah. Tragis! (koesma/B)

Sumber: Klik Disini

Ditulis Oleh : Danang ~ SapiGanas|Blog

SapiGanas Anda sedang membaca artikel berjudul Jahat, Demi Gading Gajah Diracun yang ditulis oleh SapiGanas | Blog Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar ria, Komentar anda sangat berharga untuk kami

Back to top